Penyimpangan Kaum Hawa Dalam Aqidah

  • Whatsapp

Penyimpangan Kaum Hawa Dalam Aqidah

Penyimpangan Kaum Hawa Dalam Aqidah

    1. Pergi ke tukang sihir dan tukang ramal untuk menyembuhkan penyakit atau melepaskan sihir atau mencari pekerjaan. Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam telah mewanti-wanti agar tidak mendatangi mereka. Beliau bersabda: “Barangsiapa yang mengunjungi peramal kemudian bertanya kepadanya ihwal sebuah hal (maka) tidak akan diterima shalatnya selama empat puluh hari.” (Diriwayatkan oleh Ahlus Sunan).Bahkan barangsiapa yang mempercayainya maka beliau sudah kafir, sebagaimana disabdakan oleh Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam: “Barangsiapa yang mendatangi peramal kemudian dia mempercayai perkataannya maka beliau telah kafir kepada apa yang sudah diturunkan kepada Muhammad shallallaahu ‘alaihi wa sallam.” (HR. Muslim)

 

    1. Ziarah kubur dan bersengaja menyelenggarakan perjalanan jauh hanya untuk ziarah kubur dan utamanya kuburan Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam. Beliau bersabda: “Allah melaknat kaum perempuan yang banyak berziarah kubur.” (HR. Imam Ahmad)

 

    1. Memulai ucapan salam kepada wanita-wanita kafir dan saling berkasih sayang dengan mereka, juga mengucapkan selamat pada saat ulang tahun atau tahun gres dan semacamnya. Hal ini haram untuk dilaksanakan alasannya adalah termasuk ungkapan simpati terhadap lawan-musuh Allah Ta’aala. Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Janganlah kalian mengawali ucapan salam kepada orang Yahudi dan Kristen.”(HR. Muslim)

 

    1. Bodoh atau tidak tahu ihwal masalah agama dan enggan mempelajari ilmu syariat terutama yang bekerjasama dengan hukum-aturan kewanitaan. Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam: “Menuntut ilmu ialah wajib bagi setiap orang Islam.” (HR. Ibnu Majah dan dishahihkan oleh Al-Albani)

 

    1. Berteriak atau meraung-meraung, memukul-mukul tampang dan merobek busana ketika ada yang meninggal dunia. Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Tidaklah termasuk dari (golongan) kami orang yang memukul pipinya, merobek satu (busana)nya dan meneriakkan teriakan-teriakan jahiliyah.” (Muttafaq ‘alaih)Beliau shallallaahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda: “Wanita yang meratap, bila ia tidak bertaubat sebelum meninggal, (maka) pada hari Kiamat dia akan dibangkitkan dan dipakaikan pakaian dari cairan tembaga serta mantel dari penyakit kudis.” (HR. Muslim)

 

              Baca Juga : Memprovokasi Seorang Laki-Laki Beristri Untuk Menceraikan Istrinya

 

    1. Pergi ke negara-negara kafir tanpa ada kepentingan, dengan alasan pergi untuk berlibur atau berbulan madu. Para ulama sudah mengeluarkan pemikiran bahwa menyelenggarakan lawatan atau pergi ke negara-negara kafir dihentikan kecuali dengan argumentasi yang mampu diterima secara sara (agama). Berekreasi dan melancong tidaklah tergolong argumentasi yang mampu diterima. Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Aku berlepas diri dari setiap orang muslim yang berdomisili di antara orang-orang musyrik.” (HR. Abu Daud dan At-Tirmidzi dan dishahihkan oleh Al-Albani)

 

    1. Meminta dengan paksa semoga suami menggunakan pembantu atau baby sitter non muslim. Ironinya, ada sebagian kaum perempuan yang sudah mempersyaratkan hal tersebut saat akan akad nikah. Kemudian para pembantu dan baby sitter tersebut menerima peran untuk mengasuh dan mendidik belum akil balig cukup akal mereka. Tindakan semacam itu pasti akan berakibat buruk terhadap iman dan akhlak belum dewasa dan hal itu tidak samar lagi bagi orang yang akan berfikir.

 

    1. Mengejek dan mencemooh orang-orang muslim atau muslimah, terutama kaum muslimah yang konsisten terhadap pemikiran agama. Dia lupa bahwa dengan hal tersebut, beliau melakukan sesuatu yang mampu membatalkan keislamannya. Dia dianggap keluar (murtad) dari Islam jika dia mengejek kaum perempuan muslimah karena konsisten dengan pedoman-pemikiran agama yang di antaranya yakni hijab/jilbab.Allah ‘Azza wa Jalla berfirman:

      وَلَئِن سَأَلْتَهُمْ لَيَقُولُنَّ إِنَّمَا كُنَّا نَخُوضُ وَنَلْعَبُ قُلْ أَبِاللّهِ وَآيَاتِهِ وَرَسُولِهِ كُنتُمْ تَسْتَهْزِئُونَ. لاَ تَعْتَذِرُواْ قَدْ كَفَرْتُم بَعْدَ إِيمَانِكُمْ إِن نَّعْفُ عَن طَآئِفَةٍ مِّنكُمْ نُعَذِّبْ طَآئِفَةً بِأَنَّهُمْ كَانُواْ مُجْرِمِينَ

       

      Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentulah mereka akan manjawab, “Sesungguhnya Kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja.” Katakanlah: “Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kau selalu berolok-olok? Tidak usah kamu minta maaf, sebab kau kafir setelah beriman. jika Kami memaafkan segolongan kamu (sebab mereka taubat), niscaya Kami akan mengazab kalangan (lainnya) disebabkan mereka ialah orang-orang yang selalu berbuat dosa.” (QS. At-Taubah: 65-66)

 

    1. Perasaan tidak sabar kaum perempuan ketika ditimpa dengan musibah, sehingga ia berdo’a lebih baik mati saja. Padahal Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Janganlah seorang dari kalian menghendaki akhir hayat (hanya) alasannya adalah musibah yang menimpanya. Kalau beliau memang mesti berharap (berdo’a) hendaklah ia menyampaikan: ‘Ya Allah, hidupkanlah aku selama kehidupan itu lebih baik untukku dan matikanlah aku jikalau akhir hayat itu lebih baik untukku’.” (Muttafaq ‘alaih)

Penyimpangan Kaum Hawa Dalam Aqidah

Sumber : Dari Berbagai Sumber

 

 

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.