Parenting Islami (17): Bersabar Dan Ridho Atas Kekurangan Fisik Sang Buah Hati

  • Whatsapp

Di antara kita, mungkin ada yang diuji oleh Allah Ta’ala dengan dikaruniai seorang anak yang mengalami gangguan atau keterbatasan (disabilitas), baik fisik dan mental. Keterbatasan fisik tersebut menuntut kita para orang busuk tanah untuk lebih memperhatikan sang anak, terlebih jika hal itu mengharuskan kita untuk terpola membawanya berobat.

Di antara para nabi, Nabi Sulaiman ‘alaihis salaam diberikan seorang anak yang (maaf) cacat. Beliau ‘alaihis salaam ialah hamba Allah yang shalih dan diberikan kekuatan andal oleh Allah Ta’ala. Beliau mampu menundukkan jin dan setan, hujan, dan juga menundukkan angin, baik angin yang kencang maupun angin yang lembut, serta diberikan kerajaan dan kekuasaan. Meskipun ia seorang nabi, yang tentunya memiliki ilmu dan ketakwaan yang tinggi, namun Allah Ta’ala menguji ia dengan dikaruniai seorang anak yang cacat.

Subhaanallah, tidak ada satu pun yang bisa mengalahkan kekuasaan Allah Ta’ala. Rizki berbentukanak yaitu pinjaman Allah Ta’ala, Dia-lah yang Maha pemberi rizki.

Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

قَالَ سُلَيْمَانُ بْنُ دَاوُدَ: لَأَطُوفَنَّ اللَّيْلَةَ عَلَى تِسْعِينَ امْرَأَةً كُلُّهَا تَأْتِي بِفَارِسٍ يُقَاتِلُ فِي سَبِيلِ اللهِ، فَقَالَ لَهُ صَاحِبُهُ: قُلْ: إِنْ شَاءَ اللهُ، فَلَمْ يَقُلْ: إِنْ شَاءَ اللهُ، فَطَافَ عَلَيْهِنَّ جَمِيعًا، فَلَمْ تَحْمِلْ مِنْهُنَّ إِلَّا امْرَأَةٌ وَاحِدَةٌ، فَجَاءَتْ بِشِقِّ رَجُلٍ، وَايْمُ الَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ لَوْ قَالَ: إِنْ شَاءَ اللهُ لَجَاهَدُوا فِي سَبِيلِ اللهِ فُرْسَانًا أَجْمَعُونَ

“Nabi Sulaiman bin Dawud ‘alaihissalam berkata, “Pada malam ini aku akan berkeliling untuk menggauli 90 istriku, sehingga seluruhnya (akan hamil dan melahirkan) seorang anak laki-laki yang hebat dalam menunggang kuda (serdadu berkuda) untuk berjihad di jalan Allah. Sahabat (penasihat) Nabi Sulaiman berkata terhadap dia, “Katakanlah ‘insyaa Allah’.” Namun Nabi Sulaiman tidak mengatakannya.

Nabi Sulaiman kemudian menggauli semua istrinya. Ternyata semua istrinya itu tidak ada yang hamil kecuali satu orang saja, itu pun hanya melahirkan anak yang cacat (separuh manusia, yang cuma memiliki bagian atas tubuh saja). Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Demi Allah yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, kalau Nabi Sulaiman ‘alaihissalam berkata ‘insyaa Allah’, maka setiap isterinya akan melahirkan seorang anak lelaki yang jago dalam menunggang kuda untuk berjihad di jalan Allah.” (HR. Muslim no. 1654. Juga terdapat dalam shahih Bukhari, hadits no. 672

Kepada para orang tua yang mempunyai buah hati dengan keterbatasan fisik dan mental, hendaknya kita senantiasa mengenang bahwa dunia seisinya ini, baik berupa anak-anak, kedudukan, kesenangan, harta, kekuasaan, seluruhnya akan pergi, dan ujung jadinya akan hilang dan lenyap. Sedangkan kiamat dan kehidupan darul kekal, dengan bertambahnya hari, akan kian erat. Oleh alasannya adalah itu, kita tidak butuhlarut dengan jiwa dan fikiran kita yang terlalu jauh dengan berprasangka jelek terhadap Allah Ta’ala dikala Allah Ta’ala tidak memberikan sesuatu yang sesuai dengan keinginan kita.

Namun hendaknya kita bersabar dan ridha atas ketetapan Allah Ta’ala, memuji Allah Ta’ala dalam semua keadaan, memuji Allah Ta’ala dikala diberikan hal-hal yang menyenangkan jiwa dan bersyukur kepada-Nya atas nikmat-nikmatNya. Dan juga bersabar atas setiap nikmat dan ujian yang Allah Ta’ala berikan terhadap kita.

 

Diselesaikan di pagi hari, Rotterdam NL 4 Rajab 1438

***

Penulis: Aditya Budiman dan M. Saifudin Hakim

Artikel Muslimah.Or.Id

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.