Orang Bau Tanah Wajib Bersikap Adil Terhadap Semua Anaknya

  • Whatsapp

Yang dimaksud dengan anak dalam pembahasan ini meliputi anak laki-laki dan perempuan. Hak anak sangatlah banyak. Yang paling penting adalah tarbiyah (menawarkan pendidikan), yaitu menyebarkan agama dan adat mereka sehingga hal itu menjadi bab paling besar dalam kehidupan mereka. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya),

Wahai orang-orang yang beriman jagalah dirimu dan keluarga kalian dari api neraka yang kayu bakarnya adalah manusia dan watu.” (QS. At-Tahrim: 6).

Salah satu hak anak yaitu tidak mengistimewakan salah satu di antara mereka dibandingkan saudaranya lainnya, dalam hal santunan dan hibah. Tidak boleh menawarkan sesuatu terhadap salah seorang anaknya sedangkan ia tidak menawarkan terhadap anaknya yang lain. Hal tersebut termasuk langkah-langkah curang dan zalim, padahal Allah Ta’ala tidak mengasihi orang-orang yang zalim. Perbuatan semacan itu akan mengakibatkan kekecewaan anak yang tidak diberi dan menyebabkan permusuhan di antara mereka, bahkan kadang kala permusuhan terjadi antara anak yang tidak diberi dengan orang bau tanah mereka.

Di dalam Shahihain (kitab Shahih Bukhari dan Shahih Muslim), terdapat riwayat dari Nu’man bin Basyir, bahwa bapaknya (yaitu Basyir bin Sa’ad) telah menunjukkan kepadanya seorang budak sahaya. Kemudian dia menginformasikan itu kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pun bertanya kepada Basyir, “Apakah seluruh anakmu engkau berikan sama mirip ini?”

Dia menjawab, “Tidak.”

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Kembalikanlah!”

Dalam riwayat yang lain disebutkan bahwa dia shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Bertakwalah kalian terhadap Allah dan bersikaplah adil kepada belum sampaumur kalian.”

Dalam lafal lain disebutkan, “Carilah saksi orang lain, sebab saya tak maumenjadi saksi atas tindakan curang.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebut sikap melebihkan salah satu anak dalam hal sumbangan dengan ungkapan “tindakan curang”. Perbuatan curang ialah kezaliman dan hukumnya haram.

Bila terjadi keadaan saat orang bau tanah perlu memperlihatkan suatu barang yang dibutuhkan oleh seorang anak, namun orang renta tersebut tidak menawarkan terhadap anak lainnya karena anak tersebut tidak membutuhkannya — misalnya salah seorang anak membutuhkan alat tulis, berobat, atau menikah — maka dalam perkara seperti ini hukumnya tidak mengapa mengistimewakan salah seorang anak atas anaknya lainnya, sebab hal ini sesuai dengan kebutuhan sehingga hukumnya sama mirip memberi nafkah.

**

Disarikan dari buku “10 Hak dalam Islam” (terjemahan), karya Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin, penerbit Pustaka Al-Minhaj.

Artikel Muslimah.Or.Id

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.