Meminta Izin Terhadap Orang Tua Dikala Hendak Masuk Ke Kamarnya

  • Whatsapp

Seorang anak yang telah balig, mumayyiz, dan pintar wajib meminta izin kepada orangtuanya jikalau hendak masuk ke kamar khusus keduanya. Hal ini dimaksudkan supaya jangan hingga kedua matanya melihat sebagian dari aurat kedua orangtuanya atau salah satu dari keduanya, atau menyaksikan panorama yang tidak mengenakan perasaannya atau perasaan kedua orangtuanya.

Karena itu, ada keadaan dan waktu yang mengharuskan seorang anak meminta izin apalagi dulu sebelum memasuki ruang khusus orangtuanya. Allah Ta’ala berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لِيَسْتَأْذِنْكُمُ الَّذِينَ مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ وَالَّذِينَ لَمْ يَبْلُغُوا الْحُلُمَ مِنْكُمْ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ مِنْ قَبْلِ صَلَاةِ الْفَجْرِ وَحِينَ تَضَعُونَ ثِيَابَكُمْ مِنَ الظَّهِيرَةِ وَمِنْ بَعْدِ صَلَاةِ الْعِشَاءِ ثَلَاثُ عَوْرَاتٍ لَكُمْ لَيْسَ عَلَيْكُمْ وَلَا عَلَيْهِمْ جُنَاحٌ بَعْدَهُنَّ طَوَّافُونَ عَلَيْكُمْ بَعْضُكُمْ عَلَى بَعْضٍ كَذَلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمُ الْآيَاتِ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ.

وَإِذَا بَلَغَ الْأَطْفَالُ مِنْكُمُ الْحُلُمَ فَلْيَسْتَأْذِنُوا كَمَا اسْتَأْذَنَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ كَذَلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمْ آيَاتِهِ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ.

Hai orang-orang yang beriman, hendaklah budak-budak (laki-laki dan wanita) yang kami miliki dan orang-orang yang belum balig di antara kamu meminta izin kepada kau 3 kali (dalam sehari). Yaitu sebelum shalat subuh, ketika kau menanggalkan busana (luar)mu di tengah hari, dan sesudah shalat isya. (Itulah) tiga aurat bagi kamu. Tidak ada dosa atasmu dan tidak (pula) atas mereka selain dari (tigas waktu) itu. Mereka melayani kami, sebagian kau (ada kebutuhan) terhadap sebagian (lainnya). Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat bagi kamu. Dan Allah maha mengenali lagi maha bijaksana. Dan bila anak-anakmu sudah sampai umur balig, hendaklah mereka meminta izin, mirip orang-orang yang sebelum mereka meminta izin. Demikianlah Allah mengambarkan ayat-ayat-Nya. dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.” (QS. An-Nur: 58-59).

Semoga memiliki kegunaan.

***

Dinukil kembali dari buku Fiqh Birrul Walidain karya Mushthafa al-‘Adawi terbitan al-Qawam cetakan pertama, 2013.

Artikel Muslimah.Or.Id

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.