Manfaat Berjabat Tangan

  • Whatsapp

 

Manfaat Berjabat Tangan
Manfaat Berjabat Tangan

Berjabat tangan atau bersalaman ialah amalan yang ringan dan gampang dilaksanakan. Namun, program ini terkadang dianggap umumdan dilaksanakan sekedar rutinitas atau bukti kesantunan insan beradab. Di sisi lain, terkadang orang kurang mengerti keistimewaan amal shalih ini, padahal betapa banyak kebaikan dan pahala dari Allah Ta’ala saat kita menjulurkan tangan kita seraya mengharap kecintaan Allah ‘Azza wa Jalla. Disinilah pentingnya ilmu dan terus berguru sehingga kita menjadi lebih mengenali fikih seputar keutamaan bersalaman.

 

 

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

 

مَا مِنْ مُسْلِمَيْنِ يَلْتَقِيَانِ فَيَتَصَافَحَانِ إِلاَّ غُفِرَ لَهُمَا قَبْلَ أَنْ يَتَفَرَّقَا

 

Tidaklah dua orang muslim yang berjumpa kemudian berjabat tangan, melainkan dosa keduanya telah diampuni sebelum mereka berpisah.” (HR. Abu Daud no. 5212 dan at-Tirmidzi no. 2727, dishahihkan oleh al-Albani)

 

 

Namun, perlu digarisbawahi bahwa tidak diperkenankan berjabat tangan dengan perempuan yang bukan mahram. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

 

لَأَنْ يُطْعَنُ فِيْ رَأْسِ أَحَدِكُمْ بِمِخْيَطٍ مِنْ حَدِيْدٍ خَيْرٌ لَهُ مِنْ أَنْ يَمَسَّ امْرَأَةً لاَ تَحِلُّ لَهُ

 

Andai kepala salah seorang dari kalian ditusuk dengan jarum besi, itu masih lebih baik daripada beliau menyentuh perempuan yang tidak halal baginya.” (HR. Al-Baihaqi dalam Syu’abul Iman no. 4544, dishahihkan oleh al-Albani dalam ash-Shahihah no. 226)

 

 

Al-Hasan al-Bashri rahimahullah berkata: “Berjabat tangan itu mampu memperbesar kecintaan”. Al-Imam Mujahid rahimahullah berkata: “Telah hingga kepadaku bahwasannya bila dua orang yang saling mengasihi (karena Allah) saling menyaksikan kemudian salah satunya tertawa terhadap sahabatnya dan keduanya saling berjabat tangan maka bergugurlah kesalahan-kesalahan keduanya sebagaimana gugurnya daun-daun dari pepohonan”. Seseorang berkata kepada ia: “Sungguh ini ialah amalan yang ringan sekali”. Beliaupun menyahut: “Kamu katakan ringan? Padahal Allah berfirman:

 

لَوْ أَنفَقْتَ مَا فِى ٱلْأَرْضِ جَمِيعًا مَّا أَلَّفْتَ بَيْنَ قُلُوبِهِمْ وَلٰكِنَّ ٱللَّهَ أَلَّفَ بَيْنَهُمْ

 

Walaupun kamu membelanjakan semua (kekayaan) yang berada di bumi pasti kamu tidak mampu mempersatukan hati mereka. Akan namun, Allah telah mempersatukan hati mereka.” (QS. Al-Anfal : 63) (Jami’ul ‘Ulum wal Hikam, hlm. 291)

 

 

Subhanallah, betapa Allah Maha Pemurah menurunkan syariat jabat tangan sebagai media mempererat kecintaan, memperbesar kuat tali persaudaraan, menjauhkan permusuhan, serta menggugurkan dosa dan kesalahan. Bukan sekedar gerakan tangan tanpa makna, namun yang dimaksudkan ialah jabat tangan yang dilandasi keimanan serta kecintaan pada Allah Ta’ala. Berjabat tangan yang diiringi amalan hati bahwa dia mencintainya alasannya Allah Ta’ala, diiringi raut muka dekat, serta menyingkir dari penampakan dhahiriyah yang memberikan perilaku permusuhan. Ekspresi kegembiraan terpancar nyata sehingga orang lain merasa nyaman dan senang.  Ini yaitu wujud muamalah yang anggun karena beliau sudah memuliakan orang lain sebagaimana yang disyariatkan Islam.

 

 

Manfaat Berjabat Tangan ,Tentu dalam aplikasinya, mesti pula mengindahkan hukum-aturan syariat, mirip tidak berjabat tangan dengan orang-orang selain mahramnya. Begitu pula akhlak mulia ini perlu dibiasakan, seperti istri kepada suami, anak terhadap orang bau tanah, ketika bertandang ke tetangga, saudara dan dalam banyak momen-momen pertemuan. Bukankah insan tempatnya lupa dan salah, apalagi dalam bersosialisasi dengan orang lain. Oleh karena itu, sebagai penghilang kesalahan-kesalahan di antaranya dengan jabat tangan.

 

 

Kehidupan di dunia ini terasa lebih indah lagi serasi tatkala setiap manusia menyadari dan mengamalkan amal shalih. Saat badai pertikaian atau kontradiksi melanda rumah tangga, secepatnya raih tangan pasangan, ucapkan perumpamaan maaf sarat kecintaan, genggam akrab tangannya seraya berdoa biar Allah Ta’ala menyatukan hatinya.

 

 

Atau menghadapi anak yang tengah rewel, ngambek, atau sukar dikontrol, segera tenangkan diri Anda, jabat tangannya dan katakan setulus hati bahwa Anda mencintainya alasannya adalah Allah Ta’ala, mudah-mudahan dengan tips ini hatinya tak lagi sekeras watu karang dan Allah dapatkan perasaan cinta dalam hatinya.

 

 

Demikian pula, ketika terjadi konflik dengan orang lain maka bersikaplah tawadhu. Jabat tangannya dan mulailah menyelesaikan persoalan dengan kepala acuh taacuh. Tak ada salahnya Anda memulai dahulu amalan indah ini. Berlomba-lombalah dalam kebaikan dan takwa. Akhlak mulia adalah bab dari tujuan diutusnya Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam dan bab yang penting dari dien (Islam) yakni akhlak yang mulia.

 

 

Para salaf menyampaikan, “Dunia tidak ada artinya, kecuali dengan agama, dan tidak ada agama, kecuali dengan adab yang mulia.” (Jami’ul ‘Ulum Wal-Hikam : 399)

Baca Juga : Cobaan Kelaparan Dan Kemiskinan

 

 

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.