Liburan, Apakah Berarti Cobaan Sudah Final?

  • Whatsapp

Sebagian orang meyakini bahwa piknik yakni waktu untuk bermain dan bersenda gurau. Jika waktu tersebut diprogram dan dimanfaatkan untuk menggali ilmu, maka hal itu -menurutnya- bertentangan dengan tujuan diadakannya liburan.

Saudaraku…

Bukankah kita sudah menyaksikan bahwa mereka menilai waktu (yang dijalaninya itu) yaitu sebagai beban dan siksaan? Mereka tidak menghargai waktu, bahkan mereka telah merusak sesuatu yang paling berkhasiat dari apa yang mereka miliki ialah waktu.

Sudaraku…

Jika umur Anda dalam hidup ini dijumlah dengan detik dan nafas, maka maknanya adalah bahwa setiap detik yang sudah berlalu telah menjauhkan Anda dari dunia dan mendekatkan Anda dengan alam infinit.

Hal itu mempunyai arti bahwa setiap detik dan waktu Anda yang berlalu tanpa membawa manfaat, maka beliau dianggap sebagai sebuah kerugian dan peristiwa bagi Anda.

Mungkin Anda pernah kehilangan harta (sebab rugi dalam perdagangan), tetapi Anda bisa mengembalikannya. Anda pernah kehilangan sesuatu dan Anda dapat dapatkan lagi. Akan tetapi bisakah Anda mengembalikan waktu Anda yang sudah berlalu?

Seorang penyair memberikan,

Jika sebuah hari sudah berlalu,

sedangkan aku tidak berbuat sesuatu,

dan tidak pula mendapatkan ilmu,

maka beliau bukanlah umurku.

Dan yang lain memberikan,

Sungguh kami bergembira dengan hari-hari kami yang mampu kami manfaatkan,

dan saban hari yang berlalu adalah bab dari umur (kami).

 

——————————————————————————————————————————————-

Diketik ulang dari buku “44 Renungan Makna Hidup” (dengan beberapa perubahan) karya Ahmad Al-Utsman

Artikel muslimah.or.id

 

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.