Jin, Setan, Iblis Dan Asal Mula Permusuhan Dengan Manusia

  • Whatsapp

Hidup manusia di dunia tidak cuma korelasi antar manusia. Namun, insan juga hidup dengan mahluk lain. Siapakah ia?

Saudaraku, apa yang ada di benak kita perihal dunia yang berisi makhluk berilmu yang hidup bareng kita di bumi, tinggal dengan kita dalam satu rumah, makan dan minum bareng kita? Kadang kerusakan anggapan dan hati kita, menimbulkan kita menghancurkan satu sama lain, serta mengakibatkan kita saling menumpahkan darah. Di antara makhluk itu ada juga yang memperbudak kita untuk dirinya atau makhluk lainnya untuk memancing kemurkaan Allah, sehingga kemarahan Allah pun ditimpakan terhadap kita. Kemudian pada risikonya mereka lari dari Rabb mereka dan menuju api yang menyala-nyala. Siapakah dia? Dia ialah Syaithan. Mengapa dia ada dalam kehidupan kita?

Siapa Jin, Setan dan Iblis?

Jin

Jin adalah makhluk Allah Ta’ala selain insan dan malaikat. Jin dan insan memiliki titik persamaan, ialah sama-sama memiliki sifat berakal dan kemampuan dalam memilih jalan kebenaran dan kejelekan.

Jin dan manusia diciptakan dengan tujuan yang serupa, oleh alasannya adalah itu jin menerima beban yang serupa untuk melaksanakan aneka macam perintah Allah dan menjauhi larangan syari’at. Siapa saja yang taat kepada Allah, maka Allah akan ridha terhadapnya dan memasukannya ke surga, sebaliknya barang siapa yang durhaka dan membangkang terhadap perintah tersebut, ia akan memasuki neraka. Berikut dalil yang menerangkan bahwa syari’at Allah telah datang kepada bangsa Jin dalam surat al-Zariyat 56:

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُوْنِ

“Aku tidak menciptakan jin dan insan melainkan biar mereka beribadah kepadaku”

Tapi, asal-permintaan jin bertentangan dengan asal-usul insan. Jin diciptakan lebih dulu dari manusia dan Jin diciptakan dari api sedangkan manusia dari tanah.

قالَ أَنا خَيرٌ مِنهُ ۖ خَلَقتَني مِن نارٍ وَخَلَقتَهُ مِن طينٍ

“Aku lebih baik daripadanya, sebab engkau ciptakan saya dari Api, sedangkan beliau engkau ciptakan dari tanah” (QS. Shad: 76)

Setan

Setan juga makhluk Allah, setan itu juga sebangsa dengan jin dan banyak di dalam Al-Qur’an menyatakan bahwa setan termasuk bangsa jin. Pada awalnya setan menyembah Allah, tinggal di langit bareng malaikat dan mampu masuk nirwana. Namun kemudian setan durhaka kepada Allah saat ditugaskan untuk sujud terhadap Adam, dia tak mausujud alasannya adalah sombong, merasa lebih tinggi dan iri. Maka Allah pun menjauhkannya dari rahmatNya.

Setan dalam bahasa Arab biasa digunakan untuk menyebut apa saja yang membangkang dan tidak mau dikelola. Mereka disebut setan alasannya adalah nakal kepada Rabbnya. Setan disebut juga dengan Thaghut, Allah Ta’ala berfirman :

الَّذِيْنَ آمَنُوْا يُقَاَتِلُوْنَ فِيْ سَبِيْلِ اللَّهِ ۖ وَالَّذَيْنَ كَفَرُوْا يُقَاتِلُوْنَ فِيْ سَبِيْلِ الطَّاغُوْتِ فَقَاتِلُوْا أَوْلِيَآءَ الشَّيْطَانِ ۖ إِنَّ كَيْدَ الشَّيْطَانِ كانَ ضَعِيْفًا

 “Orang-orang yang berperang di jalan Allah, sedangkan orang-orang kafir berperang di jalan tahghut, alasannya adalah itu perangilah mitra-mitra setan itu, sebab muslihat setan itu lemah.” (QS. An-Nisa: 76).

Iblis

Setan sudah melebihi batas dan membangkang terhadap Rabbnya. Jadi mahluk ini bahwasanya telah putus asa dari Allah, maka Allah menyebutnya dengan ‘Iblis’. Sebab “balasa” dalam bahasa Arab mempunyai arti orang yang tidak memiliki kebaikan sama sekali, sedangkan “ublisa” mempunyai arti putus asa dan sakit kepala.

Asal-seruan makhluk ini semua diciptakan oleh Allah dari api, dan setan atau iblis di sini berasal dari bangsa jin. “Kecuali Iblis, beliau berasal dari kelompok jin”.

Jelaslah mengenal sedikit identitas jin, setan dan Iblis.

Sebab Setan Bermusuhan dengan Manusia

Permusuhan antara setan dan insan mempunyai akar sejarah yang sungguh panjang yakni ketika Allah membentuk badan Nabi Adam sebelum ruh ditiupkan ke jasadnya. Tatkala Allah meniupkan ruh dalam jasad Nabi Adam, Allah menyuruh terhadap malaikat untuk sujud kepada Nabi Adam, saat itu iblis dan malaikat yang di langit  masih sama-sama beribadah kepada Allah dan perintah ini berlaku untuk mereka semua, tetapi iblis merasa dirinya lebih tinggi dan angkuh, beliau enggan untuk sujud terhadap Nabi Adam ‘Alaihissalaam. Ia berkata :

قَالَ أَنَا خَيْرٌ مِنْهُ ۖ خَلَقْتَنِيْ مِنْ نَارٍ وَخَلَقْتَهُ مِنْ طِيْنٍ

“Aku lebih baik daripadanya, alasannya adalah Engkau ciptakan saya dari api, sedangkan beliau Engkau ciptakan dari tanah” (QS. Shad : 76)

Karena kesombongannya Allah mengusir setan dari surga yang awet. Setan mendapatkan janji dari Allah bahwa ia akan dibiarkan hidup hingga hari akhir zaman dan dia berjanji pada dirinya bahwa beliau akan menyesatkan insan dan memperdaya mereka, Allah Ta’ala berfirman :

قالَ أَنظِرني إِلىٰ يَومِ يُبعَثونَ . قالَ إِنَّكَ مِنَ المُنظَرينَ .

“Iblis berkata. ‘Tangguhkanlah saya sampai waktu mereka dibangkitkan.’ Allah berfirman, ‘Sesungguhnya engkau termasuk makhluk yang ditangguhkan. ‘” (Q.S Al-‘Araf: 14-16).

Inilah awal dari permusuhan setan yang tidak akan pernah berganti dan tidak pernah berhenti, sebab beliau menilai alasannya adalah diusir, dilaknat dan dikeluarkan dari surga adalah karena bapak kita, adalah Nabi Adam. Sehingga dia mesti membalas dendam terhadap Nabi Adam dan keturunan setelahnya.

Referensi :

  • Al-Qur’an dan terjemah
  • Alam Jin dan Setan (terjemah), oleh Dr. Umar Sulaiman Al-Asyqar

 

Penulis: Lusiana

Artikel Muslimah.or,id

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.