Jilbabku Syar’i Ataukah Modis?

  • Whatsapp

 

Jilbabku Syar’i Ataukah Modis?

 

Segala puji bagi Allah ilahi semesta alam yang mengendalikan semuanya, sampai hingga ketika ini kita bisa membaca goresan pena ini memakai persepsi kita yang tepat, di bumi Allah ini. Tempat mana lagi yang mampu kita tinggali selain di bumi Allah ini, maka tidaklah pantas sedikit pun bagi kita selaku seorang hamba Allah, tidak mematuhi perintah Allah terlebih melanggar larangan Allah.

 

Tidaklah lupa shalawat serta salam kita curahkan terhadap Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, alasannya dengannya segala jalan kebaikan telah dibukakan, dan segala jalan kejelekan sudah ditutup, tinggal kitalah yang memilih jalan mana yang kita tempuh.

 

Saudariku, tidakkah kau amati pada kiamat ini sudah banyak yang memakai hijab? Dari kelompok anak kecil hingga orang tua semua tahu ihwal hijab, tetapi apakah motif kita dalam menggunakan hijab tersebut? Ingin syar’i namun tetap terbaru? Ingin syar’i namun tetap cantik? Atau bahkan, dengan menggunakan hijab jadi tambah cantik?

 

Namun itu semua hanyalah syubhat saja Saudariku, tulisan ini akan menepis segala syubhat ihwal mode dalam berhijab, berikut pemaparannya:

 

Sebagian muslimah yang tidak berhijab mengulang-ulang syubhat yang intinya, tidak ada yang disebut hijab secara hakiki, dia sekedar mode. Maka, jikalau itu hanya mode, kenapa mesti dipaksakan untuk mengenakannya?

 

Mereka lalu menyebutkan beberapa realita serta penyimpangan yang dilaksanakan oleh sebagian ukhti berhijab yang pernah mereka saksikan. Sebelum membantah syubhat ini, kami perlu mengetengahkan enam macam alasan yang balasannya seorang ukhti mengenakan hijab.

 

Pertama, dia berhijab untuk menutupi sebagian cacat badan yang dideritanya.

 

Kedua, dia berhijab untuk mampu menerima jodoh. Sebab sebagian besar cowok, yang taat mengerjakan syariat agama atau tidak, senantiasa mengutamakan wanita yang berhijab.

 

Ketiga, dia berhijab untuk mengelabui orang lain bahwa dirinya orang baik-baik. Padahal, dia pundak-membahu suka melanggar syariat Allah. Dengan berhijab, maka keluarganya akan percaya kepada keshalihannya, orang tidak tidak yakin tentangnya. Akhirnya, dia mampu bebas keluar rumah kapan dan kemana ia suka, dan tidak akan ada seorang pun yang menghalanginya.

 

Keempat, ia menggunakan hijab untuk mengikuti mode, hal ini umum disebut dengan “hijab ala Prancis”. Mode itu lazimnya menampakkan sebagian jalinan rambutnya, memperlihatkan bagian atas dadanya, memakai rok hingga pertengahan betis, menawarkan lekuk tubuhnya. Terkadang menggunakan kain tipis sekali sehingga tampak terperinci warna kulitnya, kadang kala juga menggunakan celana panjang. Untuk melengkapi mode tersebut, beliau memoles wajahnya dengan berbagai macam tata rias, juga menyemprotkan wewangian, sehingga menebar busuk harum pada setiap orang yang dilewatinya. Dia menolak syariat Allah, adalah perintah mengenakan hijab. Selanjutnya lebih memprioritaskan mode-mode produksi insan. Seperti Christian Dior, Valentino, Saint Lauren dan merek nama orang-orang kafir yang dimurkai Allah lainnya.

 

Kelima, ia berhijab sebab paksaan dari kedua orang tuanya yang mendidiknya secara keras di bidang agama, atau alasannya adalah keluarganya semua berhijab sehingga dia terpaksa menggunakannya padahal dalam hatinya beliau tidak senang. Jika tidak mengenakannya, beliau takut akan mendapatkan teguran dan hardikan dari keluarganya.

 

Keenam, beliau mengenakan hijab karena mengikuti aturan-aturan syariat. Ia percaya bahwa hijab yaitu wajib, sehingga ia takut melepaskannya. Ia berhijab hanya karena mengaharap ridha Allah, tidak karena makhluk.

 

Wanita berhijab jenis keenam, akan selalu memperhatikan ketentuan-ketentuan berhijab, di antaranya:

 

 

    1. Hijab itu longgar, sehingga tidak menampakkan lekuk-lekuk tubuh (badan bukan hanya kepala).

 

    1. Tebal, hingga tidak kelihatan sedikit pun bab tubuhnya.

 

    1. Tidak memakai bacin-wangian.

 

    1. Tidak menjiplak mode pakaian perempuan-perempuan kafir sehingga muslimah memiliki identitas pakaian yang dikenal.

 

    1. Tidak menentukan warna kain yang kontras (menyala) sehingga menjadi sentra perhatian orang.

 

    1. Hendaknya menutupi seluruh badan, selain wajah dan kedua telapak tangan, menurut sebuah usulan, atau menutupi seluruh tubuh dan yang terlihat cuma mata, berdasarkan pendapat yang lain.

 

    1. Hendaknya tidak seperti pakaian laki-laki sehingga bab hal ini dihentikan oleh syara’.

 

    1. Tidak menggunakan pakaian yang sedang menjadi mode dengan tujuan pamer sehingga ia terjerumus terhadap sifat membanggakan diri yang dihentikan oleh agama.

 

 

 

 

Selain berhijab yang disebutkan terakhir, maka alasan-alasan mengenakan hijab adalah keliru dan bukan alasannya mengharap ridha Allah. Ini bukan memiliki arti, tidak ada orang yang mengharapkan ridha Allah dalam berhijab. Berhijablah sesuai dengan batasan yang ditentukan syariat sehingga Anda tergolong dalam kelompok perempuan yang berhijab sebab mencari ridha Allah dan takut akan murka-Nya.

 

Saudariku, pakaian bermode itu boleh kamu pakai asal di depan mahrammu, sebab dirimu terlalu berguna untuk dirasakan oleh asal-asalan mata. Tidakkah kita berpikir bahwa sesuatu yang amat memiliki kegunaan itu patut dipertontonkan di paras lazim? Tentulah tidak wahai Saudariku.

Jilbabku Syar’i Ataukah Modis?

Sumber: Dari berbagai sumber

 

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.