Indahnya Keikhlasan

  • Whatsapp

Indahnya Keikhlasan

Mengikhlaskan niatnya hanya demi ridha Allah subhanahu wa ta’ala yaitu amal shalih yang harus selalu diupayakan oleh setiap mukmin. Sebuah amal meski terasa kecil tetapi alasannya adalah diniatkan ikhlas akan menjadi besar, sebaliknya banyaknya amalan besar menjadi kecil alasannya rusaknya niat di hati.

 

Ibnu Rajab rahimahullah berkata: “Diantara fenomena nifaq amali yang paling besar yakni ketika seseorang beramal dengan berpura-pura menampakkan bahwa dia berniat baik dengannya, padahal amalan itu hanyalah sebuah kemudahan yang dia pakai untuk meraih suatu maksud jahat sehingga mampu terealisasi atau ia hanyalah kamuflase untuk mengetahui orang lain, dan beliau pun bangga alasannya adalah bisa memperdaya dan mengelabui orang, sekaligus menerima pujian mereka, padahal itu semua hanyalah cara yang ia gunakan demi melaksanakan niat jahatnya yang tersembunyi! Perilaku semacam itu telah dijelaskan dalam Al-Qur’an dikala bercerita tentang orang-orang Yahudi dan munafiqin” (Jami’ul ‘Ulum Wal Hikam, II/493)

 

Ikhlas butuh kesungguhan dan ketekunan dalam menjalaninya, kita rajin menghadirkan niat dan terus memohon derma Allah subhanahu wa ta’ala supaya selalu tulus dalam segala ucapan dan perbuatan. Dan salah satu kiat untuk lapang dada yakni berusaha menyembunyikan amal yang dilakukannya. Dengan melakukan ibadah yang tak tampakorang niscaya hatinya lebih selamat dan tidak terpengaruh ucapan orang lain. Dia cuma berharap cinta dan kebanggaan dari Allah ‘Azza wa Jalla semata.

 

“Ayyub bin Kisan As-Akhtiyani melakukan shalat sepanjang malam, ia menyembunyikan hal tersebut. Ketika sudah tiba waktu subuh, dia mengangkat suaranya seakan-akan baru bangkit dikala itu” (Hilyatul Auliya’, (3/8)

 

Ibnu Aisyah berkata: “Bapakku berkata,”Aku mendengar masyarakatMekkah berkata,”Kami tidak pernah kehilangan sedekah yang tersembunyi hingga meninggalnya Ali bin Al-Husain” (Shifatus Shafwah, 2/9).

 

Bisa dibilang kuncinya keamanan ibadah terletak pada faktor keikhlasan; dengan membaca biografi orang-orang shalih dari kalangan imam-imam ternama, ahli ibadah dan orang-orang zuhud akan kian memotivasi dan memberi gagasan kaum muslimin untuk berlaku ikhlas. Merenungi kembali untaian-untaian pesan tersirat para salaf berafiliasi dengan persoalan keikhlasan pasti akan menumbuhkan semangat serta antusiasme kita untuk senantiasa meneladaninya dan menyebabkan keyakinan lebih bersemi.

Indahnya Keikhlasan

Ibnul Jauzi rahimahullah berkata: “Bersikaplah hirau terhadap orang lain serta meniadakan pengaruh dari hati mereka dengan tetap bederma shalih disertai niat yang ikhlas dengan berupaya menutup-nutupinya adalah karena utama yang mengangkat kedudukan orang-orang yang mulia” (Shaidul Khaatir, hal. 251).

 

Keikhlasan akan membuka pintu rahmat dan barakah Allah subhanahu wa ta’ala. Hindari bederma dengan niat mencari dunia semata. Ikhlas akan berbuah cantik, batin akan damai, kebahagiaan tak terkira dan amalan lebih sempurna. Dengan lapang dada kita akan menjadi hamba yang unggul, opsi dan sosok yang mukhlis sejati yang dijaga Allah dari makar setan la’natullah. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman ketika menyitir perkataan iblis:

 

قَالَ فَبِعِزَّتِكَ لَأُغْوِيَنَّكُثمْ أَجْمَعِيْنَ (82) اِلّاَعِبَادَكَ مِنْهُمُ الْمُخْلَصِيْنَ (83)

 

Artinya: Iblis menjawab: “Demi kekuasaan Engkau aku akan tiba menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba-Mu yang nrimo diantaraa mereka” (Qs. Shaad: 82-83).

Wallahu a’lam.

 

Sumber : Dari berbagai sumber

 

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.