Hukum Minum Obat Untuk Begadang Bulan Ramadhan

  • Whatsapp

 

Hukum Minum Obat Untuk Begadang Bulan Ramadhan

Hukum Minum Obat Untuk Begadang Bulan Ramadhan

Terkadang kita butuh begadang di malam hari alasannya adalah mesti melakukan tugas yang menumpuk atau sedang cobaan dengan berguru memakai metode SKS (metode kebut semalam ). Di bulan Ramadhan kaum muslimin membangkitkan malam (begadang) untuk beribadah. Terdapat beberapa obat atau perhiasan yang bisa membuat mata melek terus dan mampu begadang di malam hari. Bagaimana hukum syariat menggunakan obat untuk begadang?

 

Jawabannya, bila tidak terpaksa sekali, tidak butuhbegadang apalagi minum obat untuk begadang di malam hari, alasannya obat untuk begadang biasanya mengaktifkan saraf, jika terlalu sering akan menimbulkan kerusakan pada saraf. Hal Ini tergolong dalam larangan, sebagaimana sabda Rasulullah shallalahu ‘alaihi wa sallam :

 

لَاضَرَرَ وَلَا ضِرَارَ

 

Tidak boleh berbuat ancaman dan membahayakan” (HR. Ibnu Majah, dishahihkan oleh al-Bani dalam Shahih Ibn Majah)

 

Walaupun memang ada keuntungannya, tetapi kalau madharatnya lebih besar seharusnya jangan dikerjakan, sebagaimana kaidah dalam khamr/zat yang memabukkan. Allah Ta’ala berfirman,

 

يَسْئَلُونَكَ عَنِ الْخَمْرِ وَالْمَيْسِرِ قُلْ فِيهِمَآ إِثْمٌ كَبِيرٌ وَمَنَافِعُ لِلنَّاسِ وَإِثْمُهُمَآ أَكْبَرُ مِن نَّفْعِهِمَا

 

Mereka bertanya kepadamu wacana khamr dan judi. Katakanlah : “pada keduanya terdapat dosa yang besar dan beberapa faedah bagi manusia, tetapi dosanya lebih besar dari manfaatnya” (QS. Al-Baqarah : 219)

 

Selain itu, tidur malam adalah waktu istirahat bagi insan yang sudah Allah Ta’ala memutuskan. Tidur malam juga bermanfaat secara kesehatan yang ialah waktu maksimal untuk perbaikan sel-sel tubuh dan penetralan dari aneka macam racun. Allah Ta’ala berfirman:

 

وَمِنْ ءَايَاتِهِ مَنَامُكُم بِالَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَابْتِغَآؤُكُمْ مِّن فَضْلِهِ إِنَّ فِي ذَلِكَ لأَيَاتٍ لِّقَوْمٍ يَسْمَعُونَ

 

Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya yakni tidurmu di waktu malam dan siang hari serta usahamu mencari sebagian dari karuniaNya. Sesungguhnya pada yang demikian itu betul-betul terdapat gejala bagi kaum yang menyimak .” (QS. Ar-Rum: 23)

 

Allah Ta’ala berfirman,

 

وَجَعَلْنَا نَوْمَكُمْ سُبَاتًا

 

Dan kami jadikan tidurmu untuk istirahat” (Q. S An-Naba’ : 9)

 

Berikut anutan dari al-Lajnah ad- Daimah lil Buhuts wal Ifta’ yang menjelaskan bahwa pengguna obat semoga bisa begadang sebaiknya tidak dilakukan, meskipun untuk tujuan yang bagus semacam mencar ilmu atau membangkitkan malam bulan Ramadhan untuk beribadah.

 

Soal: Apa hukum menggunakan obat begadang bagi penuntut ilmu untuk belajar dan bagi para sopir untuk perjalanan yang panjang.

 

Jawaban: Madharatnya lebih banyak dari keuntungannya. Setiap yang demikian lebih banyak madharatnya hukumnya ialah haram. Bisa saja tidak perlu memakai obat dan ini lebih memiliki kegunaan, lebih selamat dari penyakit dan balasan yang berbahaya. Jika memungkinkan, bahan dibagikan (untuk dipelajari) selama kurun pendidikan. Cara ini lebih menempel pada benak (hafalan) dan susah hilang. Bagi para sopir, diusahakan untuk istirahat sejenak pada perjalanan jauh. Walaupun perjalanan agak terlambat dan terpotong akan namun lebih selamat baginya dan bagi penumpang untuk sampai ke tujuan, serta lebih mamatuhi peraturan (kemudian lintas) yang dibuat untuk kemaslahatan bareng . (Fatawa al-Lajnah ad-Daimah, 25-36)

 

Kesimpulannya: menggunakan obat untuk begadang tidak diperbolehkan walaupun untuk hal yang bermanfaat contohnya untuk belajar atau membangkitkan malam bulan Ramadhan kecuali untuk hal darurat.

Hukum Minum Obat Untuk Begadang Bulan Ramadhan

Disalin kembali dari buku Fiqih Kesehatan Kontemporer Terkait Puasa Dan Ramadhan, karya

dr. Raehanul Bahraen cetakan pertama Rajab 1423/ April 2017 terbitan Muslimafiyah dengan sedikit pembiasaan bahasa dari redaksi muslimah.or.id tanpa merubah konteks.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.