Hukum Alas Kaki Berhak Tinggi

Hukum Alas Kaki Berhak Tinggi

Hukum Alas Kaki Berhak Tinggi

 

Allah taala berfirman,

 

 وَلاَ يَضْرِبْنَ بِأَرْجُلِهِنَّ لِيُعْلَمَ مَا يُخْفِينَ مِنْ زِينَتِهِنَّ ۚ وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَ الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

 

Dan janganlah mereka (wanita) memukulkan kakinya supaya dikenali aksesori yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kau sekalian kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman biar kalian beruntung” (QS. An Nur : 31).

 

Syaikh ‘Abdur Rahman As Sa’di rahimahullah berkata, “Janganlah mereka menghentakkan kaki mereka ke tanah supaya timbul suara dari suplemen mereka, seperti gelang kaki dan semisalnya. Sehingga dikenali pemanis mereka dengan sebab tindakan tersebut. Maka jadilah hal tersebut menjadi perantara menuju fitnah”.

 

Imam Muslim meriwayatkan di dalam Shahih Muslim no. 2252, dari Abu Sa’id al-Khudri, dari Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda, “Pada masa Bani Israil ada seorang wanita yang pendek badannya berjalan bareng dua wanita yang tinggi badannya. Lalu dia membuat kaki palsu dari kayu untuk kedua kakinya dan menggunakan cincin emas yang beliau buat. Kemudian cincin tersebut diberi minyak bau kasturi yang ialah minyak amis terbaik. Lalu, beliau berlangsung di antara dua perempuan tersebut hingga orang-orang pun tak mengenalinya. Dia berkata sambil kedua tangannya seperti ini”. Syu’bah mengibaskan tangannya.

 

Al Lajnah Ad Daimah ditanya wacana aturan memakai hak tinggi bagi wanita. Jawaban mereka: “Memakai hak tinggi tidak diperbolehkan sebab hal ini akan menyebabkan wanita terjatuh. Dan manusia diperintahkan oleh syariat untuk menjauhi ancaman. Hal ini semisal dengan keumuman firman Allah taala,

 

 وَأَنْفِقُوْا فِيْ سَبِيْل اللهِ وَلَا تُلْقُوْا بِأَيْدِيْكُمْ إِلَى التَّهْلُكَةِ …

 

Dan belanjakanlah (harta benda kalian) di jalan Allah, dan janganlah kalian menjatuhkan diri kalian sendiri ke dalam kebinasaan” (QS. Al Baqarah : 195).

 

 وَلَا تَقْتُلُوْﺁ أَنْفُسَكُمْ …

 

Dan janganlah kalian membunuh diri kalian sendiri” (QS. An Nisa’ : 29).

 

Selain itu, sebab memakai hak tinggi akan menampakkan postur wanita yang lebih tinggi ketimbang postur aslinya. Hal ini tergolong penipuan dan menampakkan sebagian embel-embel yang dihentikan untuk ditampakkan oleh perempuan mukminah, sebagaimana firman Allah taala,

 

 وَلَا يُبْدِيْنَ زِيْنَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَى جُيُوْبِهِنَّ صلى وَلَا يُبْدِيْنَ زِيْنَتَهُنَّ إِلَّا لِبُعُوْلَتِهِنَّ أَوْ اٰﺑَﺂئِهِنَّ أَوْ اٰﺑَﺂءِ بُعُوْلَتِهِنَّ أَوْ أَﺑْﻨﹷﺂئِهِنَّ أَوْ أَﺑْﻨﹷﺂءِ بُعُوْلَتِهِنَّ أَوْ إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِيْ إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِيْ أَخَوٰتِهِنَّ أَوْ ﻧِﺴَﺂئِهِنَّ  …

 

Dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang umum nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, ayah mereka, ayah suami mereka, putra-putra mereka, putra-putra suami mereka, kerabat-saudara pria mereka, puta-putra kerabat laki-laki mereka, putra-putra saudara perempuan mereka, wanita-perempuan (sesama Islam) mereka” (QS. An Nisa` : 31).

 

Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani rahimahullah ditanya wacana hak tinggi. Beliau menjawab, “Tidak boleh, alasannya akan mengakibatkan wanita berlangsung dengan melenggang. Ini yakni bentuk tingkah laris perempuan yang tidak selayaknya dijalankan”.

 

Beliau rahimahullah juga ditanya perihal apakah perempuan berdosa karena memakai ganjal kaki yang menimbulkan bunyi ketika berlangsung. Beliau rahimahullah menjawab, “Bagaimana tidak? Alas kaki yang mempunyai hak tinggi yang dibuat dari besi atau materi tambang semisalnya yang menjadikan suara dikala berlangsung. Ini ialah penerapan dari nash Al Qur`an dengan gaya bahasa yang lain. Allah taala berfirman,

 

Dan janganlah mereka memukulkan kakinya biar dikenali tambahan yang mereka sembunyikan. Saat ini nash Al Qur`an ini tak lagi diselisihi dengan cara memakai gelang kaki yang tersembunyi. Saat ini ayat ini tak lagi diselisihi dengan cara menggunakan gelang kaki dan kaki wanita memukulkannya semoga terdengar suara gelang kaki tersebut. Akan namun, kini wanita memukulkan kakinya semoga terdengar bunyi ganjal kaki mereka.

 

Alas kaki yang mempunyai hak tinggi dan yang dibentuk dari besi ini –sebagaimana telah kami katakan-, kami mengenali bahwa besi tersebut dulu dipakai oleh sebagian hewan. Akan namun, kasus tersebut lambat laun berkembang dan peradaban yang rusak kian maju sehingga besi tersebut digunakan oleh kaum perempuan. Padahal sebaiknya besi hanya digunakan untuk hewan yang menenteng muatan berat.

Baca Juga : Manfaat Berjabat Tangan

 

Kesimpulannya, wajib bagi perempuan untuk menundukkan pandangan dan berlangsung dengan pelan. Maha Suci Allah, kita masih sangat jauh dari budpekerti Islam, padahal kita menghendaki terwujudnya penduduk Islami.

 

Wahai jamaah, bila kita tidak merealisasikan penduduk Islami di rumah, di kampung, dan di desa, kita tidak akan bisa mewujudkannya di kota, ibukota, dan negara kita”

Hukum Alas Kaki Berhak Tinggi

Wallahu a’lam.

 

 

Related posts