Dimanakah Istri Idaman Itu ?

  • Whatsapp

Memiliki istri idaman, pastinya hal yang sangat diimpikan setiap laki-laki. Banyak laki-laki memiliki cita-cita terlalu melonjak wacana citra sosok perempuan opsi. Wajah anggun, pribadinya menarik, berakhlak mulia, taat beragama dan mampu membuat bahagia. Dan dalam realitanya sungguh sulit bahkan mungkin tak ada sosok perempuan yang super ideal yang mempunyai segala kelebihan dan tidak memiliki sederet kekurangan di wajah bumi ini. Yang perlu dikedepankan ialah selalu berbaik sangka pada Allah ‘Azza wa Jalla saat kita mengharapkan jodoh yang shalihah, pastinya setiap laki-laki mesti pula mengukur kapasitas dirinya dan merencanakan bekal untuk menjadi laki-laki sholeh pula.

Terkadang jodoh itu begitu dimudahkan Allah ‘ Azza wa Jalla, tetapi kadangkala seorang pria perlu berjuang suplemen keras biar dapat mempersunting perempuan sholihah. Inilah belakang layar Allah ‘ Azza wa Jalla yang tertulis semenjak 50 ribu tahun sebelum penciptaan langit dan bumi. Dan faktor agama dan akhlak inilah syarat penting agar  pria tak salah pilih dalam mencari jodoh.

Selain patokan shalihah, aspek akhlak juga perlu jadi usulanutama. Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: “Mukmin yang paling sempurna imannya yakni yang paling baik akhlaknya”, (HR. Abu Dawud dari hadits Abu Hurairah).

Ya… istri shalihah memang menjadi cita-cita seorang pria sholeh supaya kehidupan lebih harmonis. Dan istri yang bertaqwa adalah sebaik-baik sahabat dunia dalam mewujudkan bangunan rumah tangga yang sarat kebahagiaan lahir batin dunia alam abadi. Hadits mahsyur juga menceritakan kaum pria untuk mengedepankan aspek agama agar kehidupan ijab kabul selalu barokah di segi Allah Ta’ala.

Dalam suatu hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Umar, Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: “Janganlah kalian menikahi perempuan alasannya adalah kecantikannya, karena boleh jadi kecantikannya akan membuat celaka, dan janganlah kalian menikahi wanita alasannya harta bendanya, karena boleh jadi harta akan menjadikannya berlaku zalim. Tetapi nikahilah mereka alasannya agamanya. Sungguh seorang budak yang buruk rupa dan hitam namun agamanya baik yakni lebih baik (utama)”. (HR, Ibnu Majah (1859) dan Al-Baihaqi (7/80) dengan sanad yang lemah).

Beliau juga bersabda: “Barangsiapa yang dikaruniai oleh Allah dengan perempuan (istri) yang sholihah, maka sangat Allah sudah membantunya untuk melaksanakan separuh  agamanya. Maka hendaklah dia bertaqwa kepada Allah dalam menjaga separuhnya lagi.” (HR. Ath-Thabrani dalam Mu’jamul Ausath no. 976. Dan Al-Hakim dalam al-Mustadrak (II/161) dan dishohihkan olehnya juga disetujui oleh Adz-Dzahabi. Lihat Shohih At-Targhib wat Tarhiib (II/404 no. 1916).

Dan laki-laki diperintahkan Allah untuk menjadikan tolok ukur agama selaku barometer menikah. Dan yaitu nikmat besar bagi kaum laki-laki saat keempat tolok ukur itu ada pada seorang perempuan.

Dari Abi Hurairah, dari Nabi Shalallahu’alaihi wa sallam bahwa beliau bersabda : “Wanita itu mampu dinikahi alasannya empat kasus: sebab hartanya, alasannya kemuliaan keturunannya, karena kecantikannya dan alasannya agamanya. Maka seleksilah yang beragama, sebab bila tidak pasti engkau akan merugi.” (HR. Bukhoai no. 5090 dan Muslim no. 1466).

Demikianlah… perempuan shalihah sangat dinanti-nantikan para pria yang pastinya juga laki-laki yang memiliki agama yang cantik, etika mulia dan mencintai Allah serta Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam. Dan Allah akan memudahkan jalan menuju akad nikah ketika kaum laki-laki atau wanita juga berbaik sangka  pada Allah. Memperbaiki diri, banyak berdo’a serta menempuh jalan-jalan yang disyariatkan Islam dalam menjemput jodoh.

Optimis sungguh perlu dikedepankan supaya hati senantiasa termotivasi untuk bersanding dengan bidadari dunia yang menyejukan persepsi mata.

Teruslah berharap pada-Nya semoga hati senang. Obsesi memang penting tetapi jangan sampai alasannya anda tak mendapatkan sosok wanita tepat lantas anda tidak mau menikah. Hanya iblis dan bala tentaranya yang tidak suka setengah hati ijab kabul.

 

Penulis: Isruwanti Ummu Nashifa

Artikel Muslimah.or.od

 

Referensi :

  1. Pernikahan dan Hadiah untuk Pengantin, Abdul Hakim bin Amir Abdat, Maktabah Mu’awiyah bin Abi Sufyan, Jakarta, 2008
  2. Keluarga Sakinah, Yazid bin Abdul Qodir Jawas, Pustaka At-Taqwa, Bogor, 2007
  3. Kado Pernikahan, Majdi Muhammad Asy-Syahawi Aziz Ahmad Al-Aththar, Pustaka Arofah, 2006.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.