Apakah Maksiat Membatalkan Puasa?

Apakah Maksiat Membatalkan Puasa?

Apakah Maksiat Membatalkan Puasa?

Ibnu Rajab rahimahullah berkata, mendekatkan diri pada Allah Ta’ala dengan meninggalkan perkara yang asalnya mubah tidaklah tepat sampai seseorang meninggalkan tindakan haram. Barangsiapa yang melakukan yang haram dibarengi mendekatkan diri pada Allah dengan meninggalkan yang mubah, maka ini sama halnya dengan seseorang meninggalkan yang wajib lalu beralih melaksanakan yang sunnah. Walaupun puasa orang yang bermaksiat tetap dianggap sah dan tidak ditugaskan untuk mengqadha’ puasanya berdasarkan pendapat jumhur (dominan ulama). Alasannya alasannya amalan itu batal kalau seseorang melaksanakan langkah-langkah yang tidak boleh sebab sebab khusus (seperti makan, minum dan jima’) dan tidaklah batal kalau melakukan tindakan yang dilarang yang bukan sebab sebab khusus. Inilah ajuan dominan ulama.

Ibnu Hajar rahimahullah mengatakan, “Menjauhi berbagai hal yang dapat membatalkan puasa, hukumnya wajib. Sedangkan menjauhi hal-hal selain itu yang tergolong maksiat tergolong penyempurna puasa.”

Mulla ‘Ali Al Qori rahimahullah berkata, “Ketika berpuasa begitu keras larangan untuk bermaksiat. Orang yang berpuasa namun melaksanakan maksiat sama halnya dengan orang yang berhaji lalu bermaksiat, yakni pahala pokoknya tidak batal, cuma kesempurnaan pahala yang tidak beliau peroleh. Orang yang berpuasa tetapi bermaksiat akan menerima ganjaran puasa sekaligus dosa alasannya adalah maksiat yang dia lakukan.”

 

Apakah Maksiat Membatalkan Puasa?

Sumber : Dirangkum dari berbagai sumber

Related posts