Menjadi seorang Muslimah yang kaffah memang tidak mudah, bahkan cenderung harus mampu mengatasi rintangan yang menghalang. Muslimah Kaffah adalah Muslimah yang sesungguhnya bergantung ketaatannya pada aturan-aturan Allah. Mungkin bagi yang maqamnya sama hal ini tidak terlalu sulit akan tetapi bagaimana dengan yang pemahaman belum sampai kesana ?
Pada zaman sekarang, jabat tangan antara laki-laki dengan perempuan (muslimah) hampir sudah menjadi tradisi. Tradisi yang telah membudaya dan mendarah daging itu mengalahkan akhlak Islami yang mestinya ditegakkan sebagai seorang Muslimah yang kaffah. Bahkan mereka menganggap kebiasaan itu lebih baik dan lebih tinggi nilainya dari pada syariat Allah yang mengharamkannya. Sehingga jika salah seorang dari mereka anda ajak dialog tentang hukum syariat dengan dalil-dalil yang kuat dan jelas, tentu serta merta ia akan menuduh anda sebagai orang kolot, ketinggalan zaman, kaku, sulit beradaptasi, ekstrim, hendak memutuskan tali silaturrahim, menggoyahkan niat baik dan sebagainya.
Sehingga dalam masyarakat kita berjabat tangan dengan anak (perempuan) paman atau bibi dengan istri saudara atau istri paman baik dari pihak ayah maupun ibu lebih mudah daripada minum air. Seandainya mereka melihat secara jernih dan penuh pengetahuan tentang bahaya persoalan tersebut menurut syara tentu mereka tidak akan melakukan hal tersebut. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda :
Artinya “Sungguh ditusuknya kepala salah seorang dari kalian dengan jarum dari besi lebih baik baginya daripada ia menyentuh wanita yang tidak halal baginya.” (HR. Ath Thabrani dalam Shahihul Jami’ hadits no.4921)
Kemudian tak diragukan lagi, hal ini termasuk zina tangan, sebagaimana disabdakan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam : Artinya “Kedua mata berzina, kedua tangan berzina, kedua kaki berzina dan kedua kemaluan pun berzina.” (HR Ahmad 1/412 : Shahihul Jami’ hadits no.4126)
Dan, adakah orang yang hatinya lebih bersih dari hati Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam ? Namun begitu, beliau mengatakan “Sesungguhnya aku tidak berjabat tangan dengan wanita.” (HR Ahmad 6/357: Shahihul Jami’ hadits no.2509). Beliau juga bersabda “Sesungguhnya aku tidak menyentuh tangan wanita.” (HR. Ath Thabrani dalam Al-Kabir, 24/342: Shahihul Jami’ hadits no.70554, lihat Al-Ishabah, 4/354, cet Darul Kitab Al-Arabi)
Dan dari Aisyah radhiyallahu anha dia berkata “Demi Allah, sungguh tangan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tidak (pernah) menyentuh tangan perempuan sama sekali, tetapi beliau membai’at mereka dengan perkataan “ (HR Muslim, 3/1489) Hendaknya takut kepada Allah, orang-orang yang mengancam cerai istrinya karena tidak mau berjabat tangan dengan kolega-koleganya. Perlu juga diketahui, berjabat tangan dengan lawan jenis, meski memakai alas (kaos tangan) hukumnya tetap HARAM. Teladan baginda Rasulullah dan ummi Aisyah sudah sepantasnya diterapkan sebagai seorang muslimah yang menjunjung tinggi peradaban Islam secara utuh.







terkadang hukum ini simakala untuk masyarakat Indonesia yang sudah terkenal akan kebudayaan Tata Krama-nya
gajah_pesing posting terakhir blog ..Cara Voting
Hmmmm…
saling berbalas pantun ya?
salut deh ma yang duaan ini
salam
eshape posting terakhir blog ..Kerja Keras itu perlu Energi [berlebih] Kita
*merenungi diri*
ciwir posting terakhir blog ..Rama “Sowan” Eyang Buyut
makasih sudah mengingatkan mbak… kadang memang susakh kalo dah bercampur dengan lingkungan heterogen. harus bener2 berani untuk tampil ‘beda’,, huff…. *merenung*
iLLa posting terakhir blog ..Bandung itu…
makasiy ya mba’e udah ngingetin …
aku aja masih sering tidak konsisten

klo lagi eling, ya ga salaman, tp klo lagi excited malah teplak teplok sekalin hiks …
niQue posting terakhir blog ..Seberapa pedulikah kita?
Pengin jadi muslimah tapi kayaknya nggak mungkin
(lmao)

ciwir posting terakhir blog ..Rama “Sowan” Eyang Buyut
aku juga belum pernah menyentuh tangan wanita (ninja)
eh bukannya waktu itu kitah salaman yak di pecel lele?! *lyupa2 inget*
quinie posting terakhir blog ..for the first time
yang menjadikan saya bertambah miris adalah bahwa yang mengulurkan tangan terlebih dahulu adalah wanita yang memakai jilbab (walau jilbabnya model kantoran seperti yang biasa kita lihat). Kalau menggunakan prasangka, tentunya dengan memakai jilbab, seharusnya ia menjadi muslimah yang (lebih) menjaga diri, daripada yang belum memakai jilbab (seperti awal-awal jaman jilbab dilarang dahulu, ketika itu para muslimah yang memutuskan untuk berjilbab, benar-benar mengkaji Islam dengan lebih komprehensif, dibandingkan sekarang wallahu a’lam).Mudah-mudahan saja, syi’ar-syi’ar Islam akan senantiasa berjaya….
sendy posting terakhir blog ..Tips Images dari Google
errrghhh… sayah malahan suka kelupaan & ga nyadar, main cipika cipiki ajah kalo terlalu excited.
quinie posting terakhir blog ..for the first time
Jadi inget lagu Aisyah Adinda Kita….

nahdhi posting terakhir blog ..Hati-Hati Menabung di Bank
perlu di ajarkan buat istri besok ni, he he he
riFFrizz posting terakhir blog ..Cara Membuat Facebook Fan Page
memang sulit menghindari berjabat tangan. Apalagi hal ini sudah menjadi tradisi dalam masyarakat kita.
[...] wanita memang menyenangkan, apalagi wanita “Muslimah“, sebab muslimah berarti wanita yang telah diseleksi oleh Allah untuk menerima hidayah-Nya [...]
mengingatkan kembali akan adab berjabat tangan dalam islam. Nice!
dhodie posting terakhir blog ..Mumpung Masih Muda
hmm .. masih sulit untuk tidak berjabat tangan minimal saat pertama kali jumpa/kenal.
Cara Membuat Web